Sabtu, 19 Oktober 2013
In:
Puisi siang
Kesejukan Udara
Derasnya Angin Siang ini
berhasil membangunkan diriku dalam tidur yang lelap.
Hingga kini kesegaran menenggelamkan kantuk yang tadi ada kini tiada.
kala angin berhembus kencang.
Menerpa dahan dan ranting ranting pepohonan.
Melukis gerak hilir mudik
setiap jengkal sentuhannya
menicpta bunyi yang tak berbeda.
bunyi bising yang kadang kala menyeramkan.
Bagi ranting yang rapuk ia kan terlepas dari dahannya
jatuh hingga disambut oleh permukaan bumi yang gersang.
Bagi daun yang kering menguning.
ia kan terlepas dari rantingnya
lalu terbang berlayar bersama laju angin yang membawanya hingga terhempas jatuh sesaat ketika angin mulai melemah.
Namun Bagi dahan dan ranting serta daun daun yang kokoh.
ia kan tetap bergoyang
mengikuti pergerakan angin yang berhembus.
Yang awalnya membisu
kini dahan dahan dan ranting, kan mendesir seolah bersorak bersama-sama mengikis tuntas keheningan.
Bagi insan..
Dibalik tiupan itu
terukir indah kesejukan
meneduhkan nafas-nafas
yang gerah.
mendamaikan hidung hidung
yang mampet.
Uuuhhhhhh,,,,
setiap tarikan nafas
begitu nampak sedapnya
udara segar yang terpancar
masuk dari celah celah kecil
masuk dari jendela jendela
yang terbuka
menembus ruang kamar yang sedari pagi hampa.
Segalanya kini terasa dingin.
Sekujur tubuh telah menikmati
kesejukan angin yang datang tanpa di undang.
Hati seolah tak ingin detik ini cepat berlalu.
Meski waktu tak mungkin tuk berhenti berdetak walau hanya sesaat.
=============== ===========
tiwtt : @ahlal_kamal
=============== ===========
Hingga kini kesegaran menenggelamkan kantuk yang tadi ada kini tiada.
kala angin berhembus kencang.
Menerpa dahan dan ranting ranting pepohonan.
Melukis gerak hilir mudik
setiap jengkal sentuhannya
menicpta bunyi yang tak berbeda.
bunyi bising yang kadang kala menyeramkan.
Bagi ranting yang rapuk ia kan terlepas dari dahannya
jatuh hingga disambut oleh permukaan bumi yang gersang.
Bagi daun yang kering menguning.
ia kan terlepas dari rantingnya
lalu terbang berlayar bersama laju angin yang membawanya hingga terhempas jatuh sesaat ketika angin mulai melemah.
Namun Bagi dahan dan ranting serta daun daun yang kokoh.
ia kan tetap bergoyang
mengikuti pergerakan angin yang berhembus.
Yang awalnya membisu
kini dahan dahan dan ranting, kan mendesir seolah bersorak bersama-sama mengikis tuntas keheningan.
Bagi insan..
Dibalik tiupan itu
terukir indah kesejukan
meneduhkan nafas-nafas
yang gerah.
mendamaikan hidung hidung
yang mampet.
Uuuhhhhhh,,,,
setiap tarikan nafas
begitu nampak sedapnya
udara segar yang terpancar
masuk dari celah celah kecil
masuk dari jendela jendela
yang terbuka
menembus ruang kamar yang sedari pagi hampa.
Segalanya kini terasa dingin.
Sekujur tubuh telah menikmati
kesejukan angin yang datang tanpa di undang.
Hati seolah tak ingin detik ini cepat berlalu.
Meski waktu tak mungkin tuk berhenti berdetak walau hanya sesaat.
===============
tiwtt : @ahlal_kamal
===============
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

5 komentar:
(y)
o,iya..qm belum follow sy di blog sayang:/
prasaan kemaren udah q follow :D
blog sayang yang mana ya??
Qm punya dua blog ya?? :D
mana alamat blog nya?
maksudq,qm blum follow sy d.blog say:) ini alamat blogq : http://anna-apb.blogspot.com/
Owhhh he iya prasaan kemaren udah q follow tp ternyata belum he :D
ini baru saja udah q follow :)
btw blog qm itu mati'in donk verifikasi untuk komentar biar org lebih mudah ngoment hehe
Posting Komentar