Minggu, 27 Oktober 2013
In:
Buih-buih Ungkapan
,
Lukisan kata
,
Puisi Pagi
,
Puisi siang
Detik Detik Kehidupan
Pagi ini telah datang pada kita.
Segumpal cahaya yang tak asing oleh mata.
mendaki dan terus mendaki
hingga sinarnya menyelimuti sebagian bumi.
Meski jauh dari pandangan
namun eloknya sungguh menyilaukan
meski jauh dari jangkauan
namun manfa'atnya sungguh di rasakan.
mengapa tidak.?
-Hari-hari ia menemani kita hingga siang berlalu menitipkan sang malam.
-Hari-hari ia menemani kita memanaskan pakaian-pakaian yang basah, Menyuburkan tanaman-tanaman yang lapar akan energi kuningnya
segalanya berjalan sejajar mengikuti pergeserang waktu dalam ketetapan yang Maha Kuasa.
Kemaren telah berlalu
dan hari ini telah datang
satu detik yang lalu telah pergi
satu detik didepan kan siap menghadang menerjang dan menghantam :p :p :p
sudah pudar kabut pagi
kini kecerahan mentari
nampak menghiasi bumi ini ^_¤
sudah pudar sudut-sudut gelap
kini yang ada hanyalah
cahaya siang yang menawan ¤_^
Tiada kata yang mampu terungkap
tiada kalimat yang mampu terpatahkan
selain kata syukur penuh kehambaan
hingga saat ini
udara masih bisa di rasakan
nafas masih sanggup dihirupkan
Alhamdulillah,,
Nahmaduhu wanasta'iinuhu wanastagrfiruhu wana'udjubillaahi min suruuri anfusina wa min sayyiaati a'amaalina.
==========================
@ahlal_kamal
==========================

