Sabtu, 19 Oktober 2013
In:
Puisi Pagi
Kabut
Putih kabus
menutup penglihatan
membatasi jarak pandang
memenggelamkan tatapan
Itulah Kabut..
Menyesakkan dada,
mengisi setiap ruang hampa
yang kosong oleh benda
ia nampak terlihat
namun tak bisa dirasa
ia nampak oleh mata
namun tak dapat disentuh oleh indra
itulah kabut..
Datang di kala pagi menjelang.
Dan lenyap di kala mentari mulai memanaskan cahayanya.
Bersama embun pagi ia jatuh
berkumpul di atas permukaan bumi
hingga 100 meter ke arah langit.
Bersama angin ia berlalu,
mengikuti pergeseran waktu
menembus alam raya
hingga lenyap entah kemana.
Ia tercipta dari hasil pembakaran
baik itu pembakaran hutan
ataupun pembakaran biasa.
Nyala api memakan kayu
menciptakan asap yang sesaat
di isap ke atas oleh langit.
Berkumpul membalut dalam awan merubah warnanya menjadi ke hitam-hitaman. Bersama air yang memenuhi ruang dahaga di dalam awan.
Hingga proses hujan terjadi di suatu malam.
Hujan yang begitu deras, mengalir air begitu kerasnya membasahi tanah.
Kabut pun di bawa oleh sang air
terjun ke bumi melintasi ruang ruang langit hingga sampailah kepermukaan bumi dan nampak terlihat di kala pagi yang basah oleh embun.
===============
Selamat Pagi
twit : @ahlal_kamal
===============
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

2 komentar:
sangat bagus sekali nich postingannya. menginspirasi kita semua tentang makna kabut :)
hehe makasih flend ^_^
Posting Komentar