Selasa, 15 Oktober 2013
In:
Lukisan kata
Derita Mengenangmu
Ku isyaratkan lewat mata hati
ku kisahkan melalui jiwa yang merana
rindu itu kadang ada,,
hadir tanpa tanda datangnya
Meski waktu tak pernah mengerti
apa yang ku rasa, biar terpendam selamanya
jika hari membawaku dalam duka
kusambut dengan hati yang mengiris pedih meneteslah sang air mata.
==
tak ada seorangpun dalam hidup ini
mau merasakan derita
namun ada kalanya cinta menggores luka
berlari pun tak ada guna
apa lah arti kasih sayang yang pernah ada
setelah luka tergores kasar dalam dada
apa lah arti kenangan bersama
jika pada akhirnya semua menerkam,hingga
menyayat-nyayat rasa yang tersisa sampai hancur berkeping tak mudah untuk di kenali.
Terkadang hidup tak se indah yang di bayangkan
dalam urusan prasaan.awal sebuah jalannya cinta, kesetiaan adalah segalanya.
namun kala hari berlalu ke egoisan datang seketika menghapuskan janji janji suci yang pernah ada.
semua berubah ibarat neraka
apinya menyala menelan segala yang ada.
tak tersisa lagi rasa bahagia, hanya sekuntum kesedihan smerbak sakitnya menghantam dinding hati yang sudah terlanjur berdebu derita.
asmara pun lenyap berganti darah yang tak nampak namun berlapis pedih berlipat derita yang di rasa.
Ke indahan sesuatu terkadang menghanyutkan dalam rasa yang pada akhirnya hanya melukis duka lara.
biarlah sudah semua bergeser teratur hingga kan terlupa kekecewaan yang suatu sa'at akan sirna di bawa oleh waktu yang tak pernah henti bicara.
dalam hidup ini perlu sebuah penengah.
penengah dalam arti, ada waktunya untuk berkata
di kala terjadi kesalah pahaman.
hidup ini memang tak lepas dari kesalah pahaman.
terkadang kesalah pahaman menjadi akhir dari segalanya
padahal semua bisa terselesaikan dengan duduk tenang sambil mengisahkan apa yang sesungguhnya.
jangn pelihara ke egoisan yang telah lama tertanam dalam dada.
karna meski tak terlihat, egois adalah penyakit berbahaya yang membunuh kasar pemiliknya.
duhai hati, jika diri ini tak pernah menangis
mungkinkah engkau tetap lembut
duhai hati, jika air mata ini tak pernah jatuh
mungkinkah engkau akan gersang dan kasar.
padalah kelembutanmu adalah rasa yg istimewa.
padahal kelembutanmu adalah kunci bahagia.
ku kisahkan melalui jiwa yang merana
rindu itu kadang ada,,
hadir tanpa tanda datangnya
Meski waktu tak pernah mengerti
apa yang ku rasa, biar terpendam selamanya
jika hari membawaku dalam duka
kusambut dengan hati yang mengiris pedih meneteslah sang air mata.
==
tak ada seorangpun dalam hidup ini
mau merasakan derita
namun ada kalanya cinta menggores luka
berlari pun tak ada guna
apa lah arti kasih sayang yang pernah ada
setelah luka tergores kasar dalam dada
apa lah arti kenangan bersama
jika pada akhirnya semua menerkam,hingga
Terkadang hidup tak se indah yang di bayangkan
dalam urusan prasaan.awal sebuah jalannya cinta, kesetiaan adalah segalanya.
namun kala hari berlalu ke egoisan datang seketika menghapuskan janji janji suci yang pernah ada.
semua berubah ibarat neraka
apinya menyala menelan segala yang ada.
tak tersisa lagi rasa bahagia, hanya sekuntum kesedihan smerbak sakitnya menghantam dinding hati yang sudah terlanjur berdebu derita.
asmara pun lenyap berganti darah yang tak nampak namun berlapis pedih berlipat derita yang di rasa.
Ke indahan sesuatu terkadang menghanyutkan dalam rasa yang pada akhirnya hanya melukis duka lara.
biarlah sudah semua bergeser teratur hingga kan terlupa kekecewaan yang suatu sa'at akan sirna di bawa oleh waktu yang tak pernah henti bicara.
dalam hidup ini perlu sebuah penengah.
penengah dalam arti, ada waktunya untuk berkata
di kala terjadi kesalah pahaman.
hidup ini memang tak lepas dari kesalah pahaman.
terkadang kesalah pahaman menjadi akhir dari segalanya
padahal semua bisa terselesaikan dengan duduk tenang sambil mengisahkan apa yang sesungguhnya.
jangn pelihara ke egoisan yang telah lama tertanam dalam dada.
karna meski tak terlihat, egois adalah penyakit berbahaya yang membunuh kasar pemiliknya.
duhai hati, jika diri ini tak pernah menangis
mungkinkah engkau tetap lembut
duhai hati, jika air mata ini tak pernah jatuh
mungkinkah engkau akan gersang dan kasar.
padalah kelembutanmu adalah rasa yg istimewa.
padahal kelembutanmu adalah kunci bahagia.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

2 komentar:
puitis(y)..follow balik,boleh??;)
Makasihhhhh anna ,,
iya udah q follow balik :D
Posting Komentar